Sebuah kisah oleh seseorang yang kehilangan HP sebut saja M... apakah karena keteledorannya sehingga membuat N kehilangan HP di angkut tapi disadari setelah beberapa lama tiba di rumah, dengan penuh kepanikkan hingga akhirnya N berinisiatif untuk menggubungi nomornya sendiri, semua di luar dari dugaan, dalam benaknya telah menyangka bahwa nomornya sudah aktif lagi, tapi tetap saja N menghubungi nomor tersebut dan alhamdulillah ada yang berbicara ternyata Hp N terjatuh diangkot, alhamdulillah sungguh luar biasa, yang memungut Hp N tersebut akan mengembalikan. Sungguh kejujuran itu masih ada.
Kisah yang lain tapi masih juga tentang angkot... seorang kakek yang tiba-tiba memberhentikan angkot terlebih dahulu curhat ke pak sopir kalau uang kembalian dari angkot yang telah dinaiki awalnya hanya mengembalikan sebagian saja, sambil naik ke angkot tersebut masih saja kakek menceritakan ke penumpang yang ada diangot itu, setelah beberapa menit angkot berjalan, tiba-tiba ada angkot yang memberhentikan angkot yang ditumpangi si kakek, sopir angkot itu pun langsung ke kakek minta maaf atas kekeliruan yang telah dilakukan bahwa uang yang dikembalikan kurang. Sungguh sangat terlihat diwajah kakek yang berseri-seri atas kembalinya uang yang kakek punya, hingga membuat semua tumpangan yang lain pun berkomentar dan terkagum-kagum atas kejujurannya sopir angkot itu.... kejujuran itu masih ada.
Dengan kisah yang lain, yang sekarang lagi marak diperbincangkan di berbagai media, masyarakat, tentang orang tua yang melaporkan guru anaknya karena telah mengajarkan ke anaknya ketidak jujuran, padahal orang tua tersebut telah mengajarkan ke anaknya agar selalu jujur dalam apapun itu...disini tidak diliat orang tua ini didemo oleh masyarakat atas pencemaran nama baik sekolah SD anaknya, bagaimana orang tua mendidik anaknya untuk jujur, mendidik penerus bangsa untuk jujur dan bahkan bisa mendidik pemuda-pemuda, para orang tua, masyarakat, hingga pemerintah yang memberikan inspirasi atas kejujurannya yang tersebar di berbagai media. Kejujuran itu masih ada.
Itulah beberapa kisah tentang kejujuran yang menjadi inspirasi beberapa orang yang terlihat di zaman sekarang, tapi ada sosok yang sangat inspirator dan patut diteladani buat kita semua hingga akhir zaman, dialah rasulullah saw... dimasa kecilnya telah tertanam kejujuran, disaat berdagang, sebelum dijadikan rasul hingga akhir hayatnya beliau selalu mengatakan apapun itu dengan sepenuh hati, tidak pernah berdusta, hingga diberi gelar ash-siddiq, al-amin yang berarti jujur.
“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke sorga. Seorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur (shidiq). Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka. Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan, akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong (kadzdzab). (H.R. Bukhari)
Salah satu dari sekian sifat dan moral utama seorang manusia adalah kejujuran.Karena kejujuran merupakan dasar fundamental dalam pembinaan umat dan kebahagiaanmasyarakat. Karena kejujuran menyangkut segala urusan kehidupan dan kepentingan orang banyak. Kepada manusia Allah SWT memerintahkan agar mempunyai perilaku dan sifat ini.Rasulullah SAW adalah merupakan contoh terbaik dan seorang yang memiliki pribadi utama dalam hal kejujuran.
Kejujuran memang akhlak utama para nabi dan rasul. Dan demikian pula akhlak paragenerasi pertama dan utama umat ini, mereka senantiasa berpegang teguh kepada kebenaran dan kejujuran dalam segala aspek kehidupan. Bukan saja dalam urusan kemasyarakatan, namun juga dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga termasuk pergaulan dengan anak-anak mereka.
Abu Hurairah r.a meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
“Barangsiapa yang berkata kepada seorang anak, “Mari nak, ambillah kurma ini”, lalu dia tidak memberikannya, maka ia telah mendustainya.” (HR. Ahmad)
Dengan tuntunan seperti itu, Rasulullah SAW hendak memberi pelajaran kepada para orang tua dan para pendidik, supaya mereka menanamkan sifat utama ini kepada anak-anaknya semenjak kecil. Sehingga ketika mereka menjadi dewasa mereka tetap memiliki watak dan kebiasaan ini. Kelak akan lahir generasi Islam yang utama, yang akan memberikan kebahagiaan hidup dan membangkitkan kesadaran bangsa.
Islam menaruh perhatian serius terhadap moral terpuji ini. Islam selalu mengajak dan mendorong manusia agar memiliki watak ini, sebaliknya Islam tidak menyukai dan bahkan memperingatkan manusia agar menjauhi dusta dan ketidak jujuran. Karena dusta adalah merupakan salah satu perangai yang bernilai rendah dan tercela. Karena dusta, hukum-hukum menjadi rusak, kehormatan terinjak-injak dan berbagai kejahatan merajalela. Berita bohong seringkali mengakibatkanterputusnya hubungan persaudaraan dan menimbulkankonflik yang tak berhujung sesama manusia. Isu bohong tidak sedikit membuat seseorangkehilangan harga dirinya.
Kejujuran juga berpengaruh dengan kesehatan, disaat memeriksakan diri namun tidak jujur dalam memberikan data-data yang diminta dengan tim medis maka akan berpengaruh dengan kesehatan diri anda, bisa salah diagnosa hingga berakibat dengan pengobatannya serta tips-tips kesehatan yang diberikan, dan akan beresiko terjadi gangguan kesehatan yang lebih parah.
Kejujuran juga berpengaruh dengan kesehatan, disaat memeriksakan diri namun tidak jujur dalam memberikan data-data yang diminta dengan tim medis maka akan berpengaruh dengan kesehatan diri anda, bisa salah diagnosa hingga berakibat dengan pengobatannya serta tips-tips kesehatan yang diberikan, dan akan beresiko terjadi gangguan kesehatan yang lebih parah.
Ketika tidak jujur maka ada perasaan yang sangat mengganggu jiwa, ada rasa tidak enak, rasa was-was, ketika rasa itu ada maka dalam melakukan berbagai aktivitas yang lain akan menjadi terganggu....
Itulah kesempurnaan islam, semua telah diatur dari segala aspek. wallahu walam.
"Berperilaku jujurlah kamu. Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan. Kebaikan menunjukkan jalan menuju surga. Setiap manusia yang selalu berkata jujur dan memilih kejujuran hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhi kamulah sifat sombong. Sesungguhnya kesombongan itu menuntun ke arah kedurhakaan. Kedurhakaan membawa ke neraka. Setiap manusia yang selalu berbohong dan memilih kebohongan hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta."
"Berperilaku jujurlah kamu. Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan. Kebaikan menunjukkan jalan menuju surga. Setiap manusia yang selalu berkata jujur dan memilih kejujuran hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhi kamulah sifat sombong. Sesungguhnya kesombongan itu menuntun ke arah kedurhakaan. Kedurhakaan membawa ke neraka. Setiap manusia yang selalu berbohong dan memilih kebohongan hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar